Selasa, 18 Juli 2017

Membaca Bahasa Tubuh - Part I: Pengenalan

Pernah mendengar alat pendeteksi kebohongan? Ya, jadi alat ini akan memeberikan tanda kepada usernya setiap objek yang diuji (manusia) melakukan kebohongan melalui lisannya.

Pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin bisa mesin ini membaca kebohongan? Hebat sekali bisa tau seseorang sedang atau telah berbohong.

Dalam dunia Fisika Instrumentasi, jika kita ingin membuat alat pendeteksi suhu ruangan, maka data analog suhu akan dikonversi menjadi data digital dan kemudia hasilnya akan ditampilkan pada display layar. Maka, tampaklah dengan oleh mata kita suhu ruangan tersebut pada layar. Lalu, pada alat pendeteksi kebohongan ini, bagian mana yang kita jadikan sebagai data analognya?

Inilah keunikan dari manusia. Allah SWT Sang Pencipta, Sang Perancang yang Maha Agung, menciptakan kita dengan sangat sempurna.

Jawabannya adalah bahasa tubuh. Jadi kejadian fisik yang akan diproses adalah bahasa tubuh. Karena wajah adalah bagian tubuh yang paling banyak memberikan petunjuk jika seseorang berbohong, maka alat tersebut harus difokuskan pada bagian wajah.

Jika bahasa tubuh merupakan keseluruhan gerak tubuh dari kepala, tangan hingga kaki, maka kalau di wajah lebih spesifiknya lagi adalah microexpression. Objeknya ya mimik wajah.

Kita akan mudah mengenali seseorang sedang sedih dari wajah. Begitu juga marah dan senang juga mudah untuk dikenali dari wajah. Nah inilah adalah bagian dari mimik wajah. Sedang microexpression hampir sama namun lebih kepada gerakan-gerakan kecil pada wajah seperti kerutan pada kening, alis yang naik dan turun, bibir, gerakan hidung, gerakan telinga, kedipan mata, pupil mata membesar atau mengecil.

Tidak hanya itu saja.

Jika tangan tiba-tiba menyentuh hidung atau mulut atau ubun-ubun, itu juga memberi petunjuk bahwa ada sesuatu.

Ya semua gerakan itu akan dideteksi oleh alat yang dibuat, diterima oleh sensor dalam bentuk data digital. Lalu pada sisytem digital yang sudah kita rancang, data analog dari sensor tersebut kita ubah menjadi data digital hingga hasilnya dapat dilihat dengan mudah.

Yang menarik adalah jika si alat mampu memberikan petunjuk kebohongan pada kalimat mana yang seseorang tadi katakan. Bahkan jika lebih spesifik lagi lebih bagus kalau si alat mampu mendeteksi pada detik ke berapa kebohongan tersebut diucapkan.

Mantap ya? Dari bahasa tubuh hingga ke alat pembuatan alat pendeteksi kebohongan. Namun, apakah ini mungkin? Ya tentu saja mungkin. Membuat sensor yang mampu membaca gerakan wajah dan tubuh itu saya rasa tidak sulit. Ya kalau tidak sulit, kemungkinan besar alat ini bisa bibuat ya jelas bisa.

Sekian dulu guys.

0 komentar:

Posting Komentar